» » SAKIP : Kota Bandung Raih Predikat A

Alhamdulllah setelah direformasi birokrasi selama hampir 2 tahun, dibedah permasalahan birokrasi, kita mendapatkan penghargaan, apalagi dengan nilai A 80,22 dari 2 tahun sebelumnya hanya dengan nilai CC 48, pokoknya saya sangat bahagia. Walikota Bandung, Ridwan Kamil.


Pemerintah Kota Bandung kembali mendapatkan penghargaan terhadap kinerjanya. Kali ini penghargaan yang diraih adalah mengenai SAKIP (sistem akuntabilitas kinerjas instansi pemerintah) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (kemenpan).

Penghargaan diterima oleh Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil yang diserahkan oleh Menpan RB Yudi Chrisnandi, pada acara Forum Koordinasi PAN dan Penyerahan laporan hasik evaluasi akuntabilitas kinerja Pemkab dan Kota, di Sabuga, (12/2/16)

Kota Bandung meraih predikat A dengan nilai 80,22. Nilai tersebut merupakan satu-satunya diraih pemerintah kota atau kabupaten di Indonesia.

"Alhamdulllah setelah direformasi birokrasi selama hampir 2 tahun, dibedah permasalahan birokrasi, kita mendapatkan penghargaan, apalagi dengan nilai A 80,22 dari 2 tahun sebelumnya hanya dengan nilai CC 48, pokoknya saya sangat bahagia," jelasnya.

Sehingga dengan sistem yang ada saat ini di Kota Bandung menurut wali kota, kinerja birokrasi bermuara kepada visi dan misi wali kotanya. "Dengan nilai A ini, nyambung antara wali kota dengan kinerja yang di bawah, tidak seperti dahulu pada saat nilai CC, wali kota ke kanan, yang dibawahnya ke kiri," ujarnya.

Lebih lanjut menurut wali kota, target selanjutnya adalah menghubungkan SAKIP ini dengan Zona bebas korupsi. "Tahun ini targetnya adalah menghubungkan dengan zona bebas korupsi, sehingga kinerja birokrasi terasa oleh masyarakat, terukur dengan sistem dan pastinya tidak ada permasalahan dengan integritas," paparnya.

Walikota juga menjelaskan kiatnya dalam membangun kinerja birokrasi, yaitu metode kepemimpinan tidak dengan banyak memerintah, ikut kr dalam, menyemangati, tidak marah-marah cukup dengan diajak ngobrol dan dinasehati sehinggga mereka merasa dihargai.

Selain itu menurutnya dengan menerapkan smartcity, misalnya untuk kinerja birokrasi ada namanya silakip, dimana masyarakat bisa menilai kinerja birokrasi secara langsung.

"Kita bangun sistem smartcity ini, sebagai warisan sistem dalam menjalankan birokrasi, sehingga kerja itu bukan berdasarkan figur pemimpinya, tapi sistem IT yang canggih," pungkas Emil.

RAIH SAKIP A, Kabupaten dan Kota Berbondong-Bondong Datang Ke Bandung

Pencapaian pemerintah kota (pemkot) Bandung meraih predikat A Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) se-Indonesia dari Kemenpan RI baru-baru ini, menjadikan kabupaten dan kota berbondong-bondong datang ke Bandung untuk mengetahui sistem SAKIP di Kota Bandung. dan Kabupaten Gorontalo Utara menjadi yang pertama studi di Kota Bandung.

"Sakip itu karya, dan kita telah mewariskan sistem," ujar Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dihadapan 201 orang peserta bimbingan teknis SAKIP Kabupaten Gorontalo Utara, di Hotel Haris Ciumbuleuit, Senin (15/02/2015).

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil menyampaikan rahasia dibalik suksesnya pemkot Bandung memperoleh predikat A nilai SAKIP se Indonesia.

Menurutnya sukses SAKIP meliputi berbagai unsur, setiap anggaran yang dikeluarkan harus membawa kebermanfaatan dan harus sejalan dengan visi, misi serta program yang telah dibuat dengan Bandung, nyaman, unggul dan sejatera.

Ridwan pun menuturkan 5 hal yang menajdi rumusan-rumusan dalam mencapai SAKIP yang juara.

"Rumus pertama itu dari komitmen pimpinan daerah harus tinggi dan mau turun ke dinas-dinas, SKPD, ya intinya harus ada political will dari pemerintah," ujarnya.

Langkah kedua menurut Ridwan adalah merubah target dan memastikan target-target pembangunan selaras dengan janji politik. Ketiga dalam menyusun APBD pagu anggaran haruslah menyesuaikan dengan RPJMD.

Hal keempat, yang menjadi tantangan harus dapat menunjukkan bahwa tiap dinas terbebas dari korupsi. Hal yang paling penting adalah dengan membangun sistem IT.

"Dengan sistem IT, kita tau mana yang benar-benar bekerja, kami juga membangun silakip " tuturnya.

Menurutnya, diberikannya predikat A untuk SAKIP Kota Bandung, dinilai karena semua individu paham ilmu SAKIP. Untuk melengkapi 5 langkah tersebut, dibuat juga tim monitoring dan evaluasi guna memonitor dan mengevaluasi setiap proses berjalannya SAKIP di Kota Bandung.

Sementara itu, Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin dalam sambutannya mengatakan dengan pengalaman Kota Bandung, pihaknya ingin belajar banyak ke Bandung sebagai salah satu kota yang berkelas dunia.

"Pengalaman Kota Bandung ini, kami juga ingin melompat seperti Bandung, Kalau berhasil nanti jadi duplikatnya Kota Bandung," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan juga penandantangan MOU kerjasama antara pemkot Bandung dan pemkab Gorontalo Utara. (adv)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama