» » Telkom Dukung Kemendikbud Laksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer

Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo menjelaskan Telkom sebagai BUMN Telekomunikasi di Indonesia siap dan berkomitmen mendukung serta menyukseskan program-program Kemendikbud. “Salah satunya dukungan fasilitas telekomunikasi dalam pelaksanaan kegiatan UNBK 2016. Ini yang menjadi wujud peran aktif Telkom bagi dunia pendidikan di Indonesia,” ujarnya.


BANDUNGWEBS.COM - Peran aktif PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia terpapar pada dukungan untuk menyukseskan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo menjelaskan Telkom sebagai BUMN Telekomunikasi di Indonesia siap dan berkomitmen mendukung serta menyukseskan program-program Kemendikbud. “Salah satunya dukungan fasilitas telekomunikasi dalam pelaksanaan kegiatan UNBK 2016. Ini yang menjadi wujud peran aktif Telkom bagi dunia pendidikan di Indonesia,” ujarnya.

Dijelaskan Arif Prabowo, Telkom dalam mendukung UNBK ini mendapat kepercayaan dari Kemendikbud untuk melakukan peningkatn (upgrade) layanan Metro Ethernet & VPN IP Kemendikbud, Pengawalan layanan Datin di Kemendikbud, Pengawalan koneksi Link di Universitas (UI, UGM, ITS, ITB) dan Pengawalan koneksi internet sekolah yang menggunakan layanan Telkom.

Arif Prabowo mengatakan bahwa sesuai dengan pantauannya hingga selesainya UNBK tidak terdapat kendala jaringan yang mengakibatkan terganggunya proses UNBK. Meskipun ada pemberitaan gangguan di salah satu sekolah peserta UNBK, namun berdasarkan penelusuran Satgas UNBK Telkom yang stand by selama UNBK berlangsung diperoleh fakta bahwa gangguan tersebut lebih dikarenakan jaringan/server lokal di sekolah tersebut.

Seperti diketahui penyelenggaraan UNBK saat ini menggunakan sistem semi-online, yaitu soal ujian dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memberikan apresiasi kepada semua orang dari berbagai pihak yang berada di belakang layar yang turut menyukseskan pelaksanan UNBK. Berdasarkan data Kemendikbud peserta UNBK 2016 diikuti oleh 921.862 siswa yang tersebar di 4.381 sekolah/lembaga.(BWEBS)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama